senandung cinta

Name: Bayu Bagas
Location: Semarang, Central Java, Indonesia

Perfeksionis, easy going, suka baca dan traveling, and a lil' bit romantic :-)

Tuesday, May 13, 2008

Kerinduan Sang Pujangga

Wahai engkau yang begitu menawan....
Jadilah selalu engkau rembulan di hatiku
Yang terangi jiwaku yang luruh
dalam redup cahaya yang begitu tenang
begitu tentram
begitu indah
bagai lukisan kata terindah pujangga terdahulu
tak tergambarkan
namun begitu nyata
terlalu sempurna

Wahai engkau yang telah membuatku jatuh cinta...
Jadilah selalu engkau puisi cinta
yang selalu hiasi ruang kata dalam kalbuku
dalam bahagia
dalam senyum terindah yang hanya kau persembahkan kepadaku
dalam doa
ku selalu bermunajat
agar cinta tak pupuskan makna
dan selalu ku berdoa
agar ku menjadi seorang yang selalu setia
meski kadang ku seorang pencemburu
yang tak rela dirimu tanpa hadirku
detik ini
diriku kepadamu
hanya rindu
hanya satu
cinta.....

Thursday, August 23, 2007

Engkau Yang Terindah

Hadirkan cahaya
dan ribuan senyum bahagia
dan engkaupun
kini hadir di dalamnya
dalam kisah lembaran baru
membuka harapan masa depan
karena bagi kita
harapan itu selalu ada
untuk mu
untuk ku
untuk kita......

Tuesday, January 16, 2007

Wahai Engkau Yang Begitu Mempesona

Walau bumi sedang bergoncang
tapi engkaulah tetap matahariku
Meski semesta tengah bergetar
namun engkaulah tetap puisi cintaku

biar apa sejuta kata penyair yang berkata
cintanya sedalam samudera hindia
tapi bukan itu hatiku padamu
Biar berbuih ucapan sang pujangga yang berkata
cintanya seluas angkasa raya
tapi bukan itu diriku padamu

cintaku
hanyalah seujung kuku hitam
bukan samudera
apalagi angkasa
karena samuderapun bisa mengering
dan angkasapun bisa memuai
tapi seujung kuku cintaku padamu
bila hari ini terpotong
maka esokpun telah tumbuh semula

begitulah keadaan diriku kepadamu
dari detik pertama ku mengenal pribadimu yang begitu mempesona
hingga untuk selamanya …..

Bersegeralah

Sementara dengan usia dan kebutuhanmu yang semakin bertambah
lalu kenapa kau biarkan dirimu dan waktumu yang berharga dalam kesia-siaan?
semakin renta usai duniamu
tak terasa semakin lemah sendi – senid dan tulang –tulang rusukmu
lalu mengapa kau masih saja siakan
ruh dan jiwamu yang kini masih saja tertidur lelap
lalu kapankah kau akan bergerak
bukankah dalam diam
kau telah biarkan dirimu
tersia
dalam kematian
sebelum kematian…

lalu apakah kau layak menuntut yang kau harapkan
padahal tiada pernah kau menuntut dirimu
untuk bergerak dan berusaha
dalam doa dan pengharapanmu

lanjutkan saja hidupmu yang penuh kesiaan
maka kan kau dapati dirimu
dalam akhir yang hina dan menyedihkan

bergeraklah dalam rencanamu padaNya
maka cahaya akan bersama langkahmu
dan kaupun tiada gelisah
dalam bayang- bayang mimpi dunia….

Saturday, January 13, 2007

Petuah Sang Ibu pada Putri Tercintanya

Dahulu kala ada seorang ibu yang tengah memberi nasehat kepada putrinya yang sudah beranjak dewasa, lantas diapun berkata …..

“Putriku, laki-laki tidak dengan sendirinya jadi laki-laki sejati karena wajahnya tampan. Laki – laki belum tentu laki – laki sejati karena kantungnya padat, punya mobil dan rumah mewah. Laki – laki belum tentu laki – laki sejati karena otaknya encer, karena dia cerdas, karena pendidikannya tinggi. Bahkan belum tentu dia laki – laki sejati walau dia bijaksana, dewasa, adil, penuh kasih sayang atau melindungi. Laki – laki tidak menjadi laki – laki sejati karena dadanya bidang, karena dia berani, karena dia banyak jasanya, karena kedudukannya tinggi atau karena tingkah lakunya sopan santun.

Laki – laki sejati adalah laki – laki yang satu kata dengan perbuatan, laki – laki yang mendengarkan suara Tuhan lalu mengamalkannya dalam kehidupan. Laki – laki sejati adalah laki – laki yang membaca yang patut di baca dan kemudian melaksanakannya dengan konsekuen. Jadi kalau pingin pilih seseorang, pilih mana saja asal kamu cintai dan mencintaimu, karena cinta dapat mengubah segalanya. Dan yang paling penting, yang terpenting, percayalah, bahwa seorang perempuan, semua perempuan dapat mengubah seorang laki – laki, sembarang laki – laki, siapapun dia, darimanapun asalnya, untuk menjadi seorang lelaki sejati”

Quoted from n.n.(SM)
(Sorry, I’m forget Author’s name)
Thanks for this beautiful words


Rendevous

Suatu saat ketika seakan detak waktu berhenti dalam keheningan, datanglah kepadaku sesosok makhluk yang sangat indah ke dalam diriku, Ia yang bersayapkan beludru putih bersih dan berlapiskan sutra yang sangat indah. Dengan cahaya begitu lembut namun sangat terang bersinar dari atas mahkota emasnya. Ia yang anggun dan perkasa namun begitu halus menyapa pintu hatiku “Wahai hati yang tengah diliputi kebimbangan, ketinggian ilmu bukanlah yang kan menyanjungmu ke atas langit. Bukan pula kemewahan dunia, ataupun kedudukan yang sementara, tapi sikap tawadhuk, tata krama, dan sopan santunmu kepada Alloh-lah yang kan

merubahmu dari seorang budak menjadi seorang yang merdeka. Bukalah juga jendela dan pintu yang ada di dalam hatimu terhadap kebenaran, maka senista apapun engkau, kau akan menjadi bercahaya.

Masih dalam keterkejutanku dan ketakjubanku, Ia kemudian melanjutkan petuahnya

‘Wahai hati letih yang tengah mencari kebahagiaan sejati, dalam keterbukaanmu terhadap cahaya kebenaran, hidayah akan datang kepadamu dan dengan segera menghadiahkan kepada hatimu sekeranjang penuh cinta dan kasih sayang, dimana kedamaian dan ketenangan hati adalah buah yang sungguh sangat ranum, yang tidak Alloh hadiahkan kecuali hanya kepada sang kekasih pilihanNya.”

Masih dalam gemeter aku kemudian berkata “Inikah hadiah dari Tuhanku?”

Dengan senyum terindah yang belum pernah kusaksikan sebelumnya, segera sang cahaya hidayah berkata “Wahai jiwa yang membersihkan diri, ini bukan hadiah kepadamu, ini hanyalah bukti bahwa engkau kini tengah bersama dengan Tuhanmu, dan ketika aku mengetuk pintu hatimu, dengan segera kau buka pintumu itu lebar – lebar, maka saat itulah tiada hijab antara kau dan Sang Kekasih, dan itulah saat – saat dua cahaya menjadi satu dalam lindungan Sang Penguasa Cahaya, dan itulah saat – saat ternikmat yang tiada pernah tergambarkan dalam ucapan seribu pena penyair”

Sedetak kemudian, sembari memelukku dengan sepasang sayapnya yang terbentang dari ujung barat dan timur, Sang Cahaya Hidayah kembali lagi berkata “ Wahai jiwa – jiwa yang bertaubat, ketika hatimu telah tunduk dan berserah diri pada Alloh, maka saat itulah Alloh kan dengan segera memudahkan segenap jalan hidupmu yang demikian berliku dan penuh onak duri ujian, Alloh kan tunjukkan kemudahan serta rejeki dari jalan yang tidak engkau duga sebelumnya.”

Detik berikut tiba – tiba Ia merengkuh jiwaku dan mulai mengajakku terbang menuju pegunungan cinta, lalu Ia pun berkata “Janganlah engkau segera tutup hatimu dengan keingkaran serta pemenuhan hasrat nafsu yang tiada berbatas, karena bila kau lakukan itu, maka kau telah menutup pintu hatimu dari Cahaya Kebenaran, dan akan Ia tinggalkan engkau dalam kesendirian. Meski kau berada di tengah keramaian malam yang tak berbintang.”

“Masihkah ku bertindak dalam kekakuan? Lantas apakah obatnya wahai kebijaksanaan?” Tanyaku penuh keraguan

Sembari tersenyum sejuk diapun menjawab “Wahai hati yang merindukan cinta, kekakuan hatimu bukanlah engkau yang menjawabnya, namun biarkan amal – amal sholehmu yang kan meluluhkannya. Teruslah bergerak dalam amal, dan jangan biarkan sedetikpun yang akan menjadi tersia dalam keengganan. Bagi kehidupan, Ilmu ibarat sebuah pohon rimbun, dan amal adalah buahnya. Bagaimana mungkin bahagia kan bersamamu bila kau telah tanam pohon, telah kau rawat dia, telah kau pupuk dia dengan pupuk kesabaran, telah kau beri dia air kepayahan dan duka, namun tak sekalipun kau rasakan buahnya? Biarkan amal menjadi buah yang sangat lezat dari pohon ilmu yang telah kau tanam. Nikmatilah buah itu, niscaya ia akan menjadi bahagia penawar duka dan penyejuk dahagamu akan hati yang begitu lembut dan bercahaya.”

Lalu diapun tersenyum bersama senyumku di dalam selimut cahayanya…….

Friday, January 05, 2007

Wahai Yang Selalu Kunanti

Ku tahu aku tak layak bersanding denganmu

Tapi ku kan coba


Di dekatmu ku merasakan pancaran sinar kejujuran

Di sampingmu ku merasakan kesejukan

Dan ketika ku lihat engkau

Teringat daku pada keagungan-Nya


Lalu aku pun berdoa


Maha Suci Engkau ya … Alloh

Yang telah menciptakan makhluk seindah dia

Sucikan dia ya … Alloh

Lindungi dia dari segala keburukan

Bentengi dia dari durjananya dunia

Dan semoga untuknya

Kau berikan yang terbaik dan terindah

Agar dia bahagia

Dan senyumkupun bersamanya

Wahai Yang Selalu Mengeluh

Pada keadaan kita yang sekarang

Pada diam kita yang tak berbuat apa – apa

Pada kerja keras kita yang sekadarnya

Pada kemalasan pikiran kita

Pada keengganan kita untuk berubah menjadi lebih baik

Pada terpakunya kita oleh angan – angan jika dan apabila

Pada kekosongan jasad, hati, dan pikiran kita terhadap amal yang terbaik

Pada berjuta alasan yang kita punya untuk membuang waktu yang sangat berharga

Pada janji palsu yang terus kita langgar

Pada omong kosong yang selalu kita dendangkan

Pada kebusukan kata yang selalu kita lontarkan

Pada maksiat yang terus kita kerjakan

Pada amanah yang kita selalu berlepas tangan

Pada mata kita yang selalu liar dalam memandang

Pada ghibah yang selalu saja kita kerjakan

Pada lisan yang tak pernah kita jaga

Pada telinga kita yang selalu rindu mendengar aib orang lain

Pada komitmen yang tidak pernah kita punya

Pada orang lain serta hal – hal kecil lainnya yang selalu kita remehkan

Pada keputus asaan yang selalu kita kedepankan

Pada ruh kesombongan yang selalu rajin kita pelihara

Pada keagungan Alloh yang selalu kita kerdil-kan

Pada amal yang lebih kita agungkan daripada keputusan Sang Maha Perkasa

Pada shodaqoh kita yang ala kadar-nya

Pada istighfar yang sangat jarang kita lantunkan

Pada hamdallah yang selalu saja terlalu berat kita ucapkan dengan tulusnya hati

Pada sholat wajib yang tak kita hiraukan

Pada puasa sunnah yang rutin kita abaikan

Pada sajadah malam yang selalu saja kita singkirkan

Lalu dengan engkau dan semua kebuntuan masalah-mu

Maka bukankah itu semua kewajaran yang ada pada dirimu?

Tawazun

Dalam akhir ikhitar penuhmu yang tak sesuai kehendakmu

maka tanyakan kembali pada dirimu

telahkah kau berusaha dengan sempurna?

telah luruskah niat yang kau ikrarkan dalam hatimu?

telah sempurnakah kau gerakkan sendi – sendi jasad lemahmu?

telah tajamkah pikiran yang selalu kau sia – siakan dalam hampa?

telah khusukkah hati yang telah begitu gundah gelisah karena dunia?

lalu dengan semua kealpaanmu

mengapa kau masih saja ingin merengkuh panen yang tiada pernah kau tanam?

Janjiku

Menepati janji adalah kehendak alam semesta pada setiap lelaki sejati

yang selalu tak pernah berkata melainkan ia tepati kata-katanya

yang selalu mahir dalam memenuhi setiap janji yang telah terucap dari lesannya

yang selalu tak gentar

tuk tetap setia

dalam janji yang akan terus ditepatinya

Friday, October 13, 2006

Ramadhan

This Ramadhan...
As the mountains of light's piercing my happiness tears
And HIS whispering beautiful nights
keeps me on my knees
to stand up
and to grasp my dreams
with HIS bless

And as the moon closes its eyes
So do I hope YOU close my past
and change it with a beautiful lights
For now and everlast .....

Thursday, September 14, 2006

Do We Really Know for Sure?

Have you ever asked yourself...
Who am I?
Because sometimes...
We feel so worry about our life
Because sometimes...
Our heart can't feel the truth
and everyday is just another day

so my dearest friends...

why don't we
Start from now
Fill our heart with happiness
Coz' we'll never know
When our life's going to be ended