senandung cinta

Name:
Location: Semarang, Central Java, Indonesia

Perfeksionis, easy going, suka baca dan traveling, and a lil' bit romantic :-)

Saturday, December 17, 2005

Benahi Dirimu...

Tiada kagi dapat kupercaya lagi segala rencana yang dibuat rencana manusia
Berpikir besar merupakan hal yang harus dimiliki tapi bukan rencana
Daripada buang – buang waktu merencanakan lebih baik kau benahi dirimu dan keluargamu serta saudara – saudaramu
Daripada merencanakan lebih baik kau tentukan saja prioritas hidup singkatmu
Apakah kan kau siakan dalam fana
Ataukah kan kau berikan sepenuhnya untuk jiwa tenangmu dengan dzikir
Bukan rencana karena Allohlah yang lebih baik dalam merencanakan
Kenalilah dirimu dengan baik dan lakukan yang terbaik menurut Alloh
Kau kan hidup dalam keterkejutan yang membahagiakan
Karena Alloh tiada menyiakan amal sholeh hamba-Nya
Sampai kapanpun jua….

Wahai Jiwa yang Tengah Mencari ........

Cinta bukanlah siapa
Tetapi apa
Tidaklah siapa yang mencintai dan siapa yang dicintai
Melainkan apa yang dirasakan di dalam hati setiap insan
Tiada peduli harta, pangkat, dan, kedudukan
Asalkan hatimu telah dijerat oleh cinta
Maka tiada nyata yang menjadi beda
Semuanya melebur menjadi satu
Dalam deburan ikatan kasihnya
Menuju cinta-Nya

Relakan hatimu dijerat oleh cinta
Maka kan kau rasakan bahagia
Selama kau tidak berpaling dari-Nya

Berjuanglah

Sahabatku…
Semua kerja keras akan sia – sia
Kecuali dengan niat atas nama-Nya
Semua pengorbanan yang kau lakukan
Tidak kan sepadan dengan yang kan kau dapatkan
Kecuali kau lepaskan hasilnya menurut keputusan-Nya

Kerja keras itu utama
Tetapi menjadi sia – sia
Bila dunia tujuannya
Pengorbanan itu seharusnya
Tapi menjadi kecewa bila tak di jalan-Nya

Belajarlah untuk tetap berjalan
Meskipun kau baru bisa merangkak
Sakit memang
Tapi kan terbayar dengan kemenangan

Bebasnya jiwa menjadi satu yang tak ternilai
Dalam sebuah titik akhir perjuangan

Saturday, December 10, 2005

Istana Cinta Sejati

Adalah berbeda lupa dan tidak tahu.
seperti halnya pengingatan dzikir atas segala hal yang terlupa
dengan ilmu atas segala hal yang belum diketahui

adalah berbeda pula lupa dengan melupakan
seperti halnya khilaf dengan pengingkaran
karena khilaf adalah manusiawi
sementara pengingkaran adalah masalahmu dengan Alloh

Sadarkan batinmu, dirimu, serta hati nuranimu
Istghfarlah menuju istana cintaNya
Karena selama masih berhembus nafasmu
Selama itulah DIA kan menunggumu
Selalu menunggumu
Sampai sang takdir kematian menjalankan perintah dari Tuhannya.


Pengingkaran memang menggoda
Tapi sungguh bodoh bagi para pengingkar kebenaran
Dia kira bisa selesaikan semuanya dengan sendiri
Segalanya akan menjadi sempurna dengan caranya sendiri
Entah kemana telinganya
Mungkin saja sudah busuk tersumpal janji – janji nafsunya sendiri
Atau mungkin telah dia gadaikan untuk mereguk air laut kebinatangan yang membuatnya justru menjadi semakin haus
Entah kemana mata hatinya
Mungkin saja dia pikir ia tidak membutuhkannya lalu dia campakkan begitu saja di trotoar kemunafikan
Atau mungkin saja telah dia tancapkan mata paku kepalsuan yang selalu saja kucurkan perih darah kegetiran yang tak kunjung sembuh ia rasakan

Pengingkaran memang menggoda
Selayaknya gadis gemulai yang menggoda yusuf sang pembawa kebenaran dari TuhanNya
Seranum anggur berbisa yang dapat dengan mudah mencium lembut peminumnya dengan kecupan kematian

Saturday, December 03, 2005

Cahaya Abadi

Kekuatan pikiranmu kan terus diuji-Nya dalam kebersamaan hidupmu dengan kenyataan
Kemudahankah yang kan kau temui atau justru belanak belantara kehidupan yang tiada usai kau temui di sepanjang nafas terakhirmu
Ataukah kau justru temukan dirimu dalam kegamangan masa lalu yang terus saja tenggelamkan impian cerah masa depanmu
Mungkin saja kau kan terus menyalahkan orang lain yang permainkan hidupmu
Atau saja kau salahkan keadaanmu yang tiada sesuai dengan bayangan semu khayalan mimpi – mimpimu di siang hari
Tapi tetap saja kau kan berada dalam kenyataan
Walau kau terlalu bermimpi dengan kesungguhan

Terimalah saja secuil remahan roti yang ada di telapak tangamu
Karena sang matahari akan selalu tetap berada di tempatnya
Meski kau begitu sangat ingin sekadar menjamah sinarnya

Seperti sepanjang sinar rembulan yang kan penuhi rongga hatimu
Kau kan tersinari dengan kecerahan kesejukan batin yang tiada kan kau mengerti arti kesejukannya
Namun tiba – tiba saja telah kau terima dengan begitu apa adanya
Kesejukan yang mulai kau rasa dari hati
Dan semacam gelombang pasang yang kan terus membaur kedalam seluruh rongga kosong di seluruh tubuh dan jiwamu

Sempurnanya iman begitu pula kan kau rasakan
Ketika kesyukuran itu telah hadir di halaman hatimu
Walau belumlah jua ia datang mengetuk pintu hatimu
Lalu ijinkanlah kesyukuran itu memasuki gubug mungil dimana kau kini tinggal
Biarkan saja ia memenuhi segala kekosongan
Maka segalanya akan berubah menjadi begitu berbeda
Seperti halnya peristiwa subuh yang perlahan – lahan menjadi terik yang sempurna

Semarang, 2 September 2005

Berkatalah Jujur

Kedalaman hatimu telah berkata pada diriku
Penuhilah janji – janjimu pada kehendak matahari
Pada pesona bebilang bintang gemilang

Lalu berkatalah dirimu padaku
Lakukanlah apa yang bisa kau kerjakan saat ini
Bukan seperti halnya bagaimana yang akan aku lakukan esok hari
Karena kehidupan adalah detik yang tangah kita jalani sekarang ini
Bukan pada keindahan bayang – bayang kejayaan masa lalu
Atau pada kesuraman hari lalu
Bukan pula pada impian indah cita – citamu di esok hari
Atau siluet tajam kepedihan masa depan yang belum saja datang kepada jiwamu

Lalu mengapakah kau masih saja termangu
Dengan kepenuhan hati dan cintamu
Jadilah kau seperti petuah bijak yang terus berkata
Seperti halnya air yang terus saja mengalir
Meski tak tahu kemana dia akan mengalir
Walau tak mengerti kemana ia akan berakhir
Tapi tetap saja alurnya kan tetap membekas pada aliran perjalanannya saat ini

Dan sebagaimana lolongan malam yang mungkin selalu menemuimu di tidur nyenyakmu
Sebagaimana sentuhan keraguan yang selalu menghantui segala arah langkahmu
Lalu katakan kepadaku
bagaimana mungkin bayangan akan muncul kalau ada berjuta pantulan cahaya dari dalam dirimu?
Dan bagaimana mungkin keraguan akan muncul bersama dengan janji kepastian kemenangan dari-Nya?

Semarang, 2 September 2005