Wahai Yang Selalu Mengeluh
Pada keadaan kita yang sekarang
Pada diam kita yang tak berbuat apa – apa
Pada kerja keras kita yang sekadarnya
Pada kemalasan pikiran kita
Pada keengganan kita untuk berubah menjadi lebih baik
Pada terpakunya kita oleh angan – angan jika dan apabila
Pada kekosongan jasad, hati, dan pikiran kita terhadap amal yang terbaik
Pada berjuta alasan yang kita punya untuk membuang waktu yang sangat berharga
Pada janji palsu yang terus kita langgar
Pada omong kosong yang selalu kita dendangkan
Pada kebusukan kata yang selalu kita lontarkan
Pada maksiat yang terus kita kerjakan
Pada amanah yang kita selalu berlepas tangan
Pada mata kita yang selalu liar dalam memandang
Pada ghibah yang selalu saja kita kerjakan
Pada lisan yang tak pernah kita jaga
Pada telinga kita yang selalu rindu mendengar aib orang lain
Pada komitmen yang tidak pernah kita punya
Pada orang lain serta hal – hal kecil lainnya yang selalu kita remehkan
Pada keputus asaan yang selalu kita kedepankan
Pada ruh kesombongan yang selalu rajin kita pelihara
Pada keagungan Alloh yang selalu kita kerdil-kan
Pada amal yang lebih kita agungkan daripada keputusan Sang Maha Perkasa
Pada shodaqoh kita yang ala kadar-nya
Pada istighfar yang sangat jarang kita lantunkan
Pada hamdallah yang selalu saja terlalu berat kita ucapkan dengan tulusnya hati
Pada sholat wajib yang tak kita hiraukan
Pada puasa sunnah yang rutin kita abaikan
Pada sajadah malam yang selalu saja kita singkirkan
Lalu dengan engkau dan semua kebuntuan masalah-mu
Maka bukankah itu semua kewajaran yang ada pada dirimu?

1 Comments:
pada kesia-siaan yang terus saja dilakukan
pada hati yang berkhianat pada anugrah diri
pada kedzoliman diri akan potensi yang diberikanNYA
pada detik-detik yang terbuang
pada kesempatan yang diabaikan
Takut, akankah sampai waktuku
untuk ingat, sadar, dan memperbaiki diri
sebelum hariNYA tiba
Post a Comment
<< Home